oleh

Peran seluruh Komponen Dalam Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

Mamuju, Inisulbar.com — Penularan dan penyebaran pandemi Covid-19 memasuki babak baru. Setelah lonjakan kasus di Kudus Jawa tengah, Seluruh wilayah indonesia melaporkan lonjakan kasus Covid-19 setelah beberapa warga melakukan perjalanan lintas provinsi.

Tak terkecuali diwilayah Sulawesi Barat, lonjakan kasus perhari secara ekuivalen meningkat drastis sejak permulaan Juni ini. Tercatat hingga 30 Juni 2021, kasus positif Covid-19 telah mencapai 5832 kasus, dengan prevelensi sembuh mencapai 5498. Dibandingkan dengan data pertanggal 1 juni dengan kasus positif 5501 kasus dengen prevelensi sembuh sebanyak 5360. Maka sepanjang bulan juni pertambahan kasus positif Covid-19 di wilayah Sulawesi Barat mencapai 331 kasus atau sebayak 20 persen.

Saat ini, jumlah pasien penderita Covid-19 yang isolasi mandiri mencapai 197 pasien, dan pasien di RS rujukan sebanyak 17 orang. Tentu hal ini menjadi oerhatian seluruh pihak, baik komponen masyarakat maupun pemerintahan untuk terus melakukan langkah-langkah dalam pengentasan penyebaran dan penularan Covid-19 di masyarakat Sulawesi Barat

Seperti halnya yang dilakukan Polresta Mamuju Bersama TNI dan Satpol PP yang Gencar melakukan Operasi Yustisi dengan tujuan untuk mengupayakan pengendalian Covid-19.

Kapolresta Mamuju Kombes Pol Iskandar menyebutkan, kini pihaknya bekerja sama dengan TNI dan Satpol PP telah menyiapkan sejumlah upaya penanganan di tengah naik turunnya angka kasus covid-19 dikota mamuju

“Upaya yang kita lakukan adalah penyemprotan disinfektan, vaksinasi massal, himbaun prokes serta operasi yustisi, kasus positif covid-19 dimamuju akhir-akhir ini mengalami peningkatan meski di suatu sisi kesembuhan juga banyak, Tugas kita adalah agar kasus tidak bertambah sehingga perlu dilakukan langkah-langkah pencegahan yakni operasi yustisi setiap malam” Tegas Kombes Pol Iskandar

Kekhawatiran kita di sulbar khususnya di mamuju yakni ketersediaan tempat perawatan pasien untuk isolasi. Untuk itu, lanjut Kombes Pol Iskandar, perlu dilakukan upaya antisipasi lebih dini

“Selain kita telah berkoordinasi dengan pihak otoritas untuk penyiapan fasilitas akomodasi, Harapan kita juga tentu yang terinfeksi covid-19 tidak bertambah, caranya yakni dengan melakukan vaksin, himbauan prokes, juga penegakan hukum melalui operasi yustisi” Tambahnya

Kapolresta mamuju meminta semua pihak untuk tetap bahu membahu menghentikan penyebaran Covid-19. Terlebih, kini varian baru Covid-19 mudah menyebar dan lebih berbahaya.

“Protokol kesehatan tetap diutamakan, taati prokes demi kebaikan kita semua, meskipun saat ini masih dapat ditangani oleh pihak rumah sakit, perlu kita ingat alat dan tenaga kesehatan dimamuju masih terbatas. Maka jaga diri kita dan orang lain” ucap dia.

Selain prokes, kini pemerintah tengah memassalkan gerakan vaksinasi untuk membentuk herd immunity, tetapi untuk menghentikan laju peningkatan kasus positif covid-19, benar benar diperlukan kesadaran masyarakat, seperti mengurangi aktivitas atau mobilitas serta interaksi

“Masih banyak ditemukan warung kopi, cafe-cafe serta objek publik lainya yang beroperasi hingga tengah malam, hal ini terindikasi melanggar prokes, sebaiknya kurangi mobilitas dan interaksi, jika malam hari lebih baik istrahat dirumah, hal ini agar tidak terjadi lonjakan terkonfirmasi covid-19″ Tutup Kombes Pol Iskandar

Pemerintah kabupaten juga melakukan hal yang sama dengan menggencarkan vaksinasi bagi seluruh ASN maupun pegawai tidak tetap serta honorer dan keluarganya.

Keseriusan pemerintah daerah kabupaten mamuju untuk memberikan proteksi kepada masyarakat terhadap resiko penularan covid-19 terus digalakkan, teranyar dilakukan vaksinasi massal yang ditarget menyasar seribu orang warga mamuju utamanya para lansia maupun secara umum masyarakat termasuk para aparatur sipil negara (ASN) dan personil TNI/Polri yang belum menerima vaksinasi.

kegiatan hasil kolaborasi bersama jajaran TNI/Polri ini dipusatkan di lapangan ahmad kirang mamuju (Kamis, 17 juni 2021)

Terkhusus kepada ASN lingkup pemkab mamuju, Sekretaris daerah H. Suaib bahkan mewarning agar semuanya dapat melakukan vaksinasi,

” Bagi ASN yang tidak melakukan vaksinasi, maka tunjangan kinerjanya tidak akan dibayarkan” jelas Suaib menerangkan adanya surat edaran dari pemerintah daerah yang mewajibkan ASN untuk di vaksinasi.

Terlepas dari itu, terhadap pelaksanaan vaksinasi massal, ketua panitia pelaksana, Kompol M.Imbar Bakrie, dalam keterangannya mengatakan, target vaksin massal di mamuju adalah seribu orang, dengan sasaran utama adalah para lansia namun tidak terkecuali bagi semua masyarakat mamuju yang belum di vaksin, baik itu dari TNI-POLRI maupun dari kalangan ASN.

Ditambahkan, untuk waktu pelaksanaan vaksin massal ditargetkan hanya berlangsung satu hari saja, dan bila masih ada masyarakat yang tidak bisa mengikuti vaksin massal hari ini dapat melakukannya di puskesmas masing-masing.

Irvan, salah seorang warga yang terlihat mengantri untuk menerima vaksinasi mengatakan, secara sadar dirinya mau melakukan vaksinasi terlebih agar terhindar dari resiko penularan virus corona, sehingga jika telah dilakukan oleh semua orang maka harapannya pandemi dapat segera berlalu dan aktifitas dapat dilakukan seperti sedia kala.

Sementara itu, Polres Polman menyediakan Rantis AWC Polres Polman Sluntuk menyemprotkan Disinfektan dalam Mencegah Merebaknya Covid-19. penyemprotan Disinfektan dilakukan di sepanjang jalan raya dalam kota Polewali, Rabu (30/6/21).

Dengan menggunakan kendaraan taktis AWC (Armored Water Cannon), yang memuat ribuan liter cairan disinfektan Satuan Sabhara Polres Polman lakukan penyemprotan Disinfektan di beberapa ruas jalan dalam kota Polewali, hal ini dilakukan sebagai upaya mencegah timbulnya klaster baru penyebaran COVID-19.

Penyemprotan menyasar jalan raya titik rawan kerumunan seperti di sepanjang jalan baru Kabupaten Polman, pasar sentral dan pasar baru, serta jalan raya yang menjadi fasilitas publik lainya.

Kapolres Polman AKBP Ardi Sutriono.,S.IK menjelaskan kegiatan ini untuk mencegah merebaknya COVID-19, sekaligus untuk mencegah timbulnya berbagia macam bibit-bibit virus yang dapat menimbulkan penyakit

“Penyemprotan disinfektan Ini adalah upaya kita bersama untuk mencegah merebaknya kembali virus Corona di daerah kita, saat ini daerah kita masih dalam kategori zona hijau, sehingga kita wajib menjaganya bersama-sama agar tidak berubah status menjadi zona merah”

Selain itu Kapolres Polman juga berpesan bahwa mesti telah dilakukan penyemprotan Disinfektan, setiap orang tetap diwajibkan menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas keseharianya

“Mari kita terapkan prilaku hidup sehat khususnya dimasa pandemi covid-19, kita semua saling menjaga dan saling mengatkan untuk menerapkan protokol kesehatan” Tutup Kapolres Polman AKBP Ardi Sutriono.,S.IK.

Komentar