MAMUJU, INISULBAR.COM, – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar Panen Raya Jagung Serentak secara nasional pada Kamis, 8 Januari 2026, sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Kegiatan panen raya terpusat di perkebunan jagung Kampung Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, serta diikuti secara serentak oleh berbagai daerah di Indonesia melalui daring.
Panen raya jagung ini melibatkan 527 Kelompok Tani (Poktan) dengan total 3.616 petani dari berbagai wilayah. Adapun luas lahan yang dipanen secara serentak mencapai 1.191 hektare, dengan estimasi produksi berkisar antara 4.765 ton hingga 11.912 ton jagung. Kegiatan ini menjadi bagian dari peran aktif Polri dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna menjaga ketersediaan pangan nasional dan mendukung program strategis pemerintah di bidang pertanian.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi, serta dihadiri Menteri Pertanian RI, Direktur Utama Perum Bulog, pejabat utama Mabes Polri, hingga Kapolda Metro Jaya. Sementara itu, panen raya juga diikuti secara daring oleh jajaran Kapolda, Kapolres, dan Forkopimda di daerah masing-masing.
Di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), kegiatan panen raya jagung serentak diikuti secara daring dari Joglo Balanipa Polda Sulbar. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Sulbar diwakili oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan, Titiek Anas, dalam kegiatan ini.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas TPHP Sulbar, Titiek Anas berharap program penanaman jagung oleh Polri tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi nasional, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi nyata bagi petani, khususnya di Sulbar.
Secara terpisah, Kepala Dinas TPHP Sulbar, Hamdani Hamdi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polri yang dinilai sangat strategis dalam mendorong peningkatan produksi jagung nasional sekaligus memperkuat kesejahteraan petani di daerah.
Menurutnya, kegiatan panen raya ini sejalan dengan Visi Pembangunan Sulbar yang digagas oleh Gubernur Sulbar Suhardi Duka bersama Wakilnya Salim S. Mengga, yaitu mewujudkan Sulbar yang Maju dan Sejahtera, melalui penguatan sektor unggulan seperti pertanian.
“Program penanaman dan panen jagung yang dilaksanakan Polri sangat sejalan dengan Visi dan Misi Pemprov Sulbar dalam meningkatkan ketahanan pangan daerah, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta meningkatkan kesejahteraan petani,” ucap Hamdani Hamdi.
Disampaikan, Sulbar memiliki potensi lahan jagung sekitar 3.000 hektare sebagaimana tertuang dalam Peraturan Gubernur Sulawesi Barat Nomor 17 Tahun 2024 tentang Masterplan Kawasan Pertanian Berbasis Korporasi Petani Tahun 2023–2028.
Ia menambahkan, sinergi lintas sektor seperti ini juga mendukung Misi Pemprov Sulbar dalam mendorong pembangunan pertanian berbasis korporasi petani, peningkatan produktivitas, serta hilirisasi hasil pertanian. Dengan keterlibatan Polri, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani, diharapkan pembangunan pertanian dapat berjalan lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Melalui panen raya jagung serentak ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara Polri, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, sehingga kemandirian pangan nasional dapat terwujud sekaligus mendukung pencapaian Visi dan Misi Pembangunan Sulbar yang berkelanjutan. (*)

