oleh

Baru 8 Juta Yang Disetor Dari Nilai Gedung Eks-DPRD Mamuju

Mamuju, Inisulbar.com – Komisi II DPRD Mamuju hadirkan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Manuju pertanyakan sejumlah aset daerah.

Sejumlah aset dipertanyakan Komisi II ke BPKAD kondisi kapal feri mini yang saat ini dalam kondisi rusak parah di pulau Bala-Balakang, sejumlah kendaraan dinas seperti mobil Rubicon, Toyota landcouser dan Fortuner yang tak lagi di ketahui keberadaannya, dan pembokaran gedung lama DPRD Mamuju yang dijual hanya sebesar 60 juta rupiah.

“Dari tujuh lembar draf yang diberikan kepada kami, itu tidak terdapat satupun rincian jelas terkait kepemilikan aset daerah, padahal sebelumnya kami minta dirincikan, karena kami di DPRD tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan aset, sehingga kami tidak tau mana yang masih milik aset daerah dan mana yang sudah milik orang lain,” kata Ketua komisi II DPRD Mamuju, Mahyudin, Selasa (16/9).

Sementara itu, anggota komisi II Fraksi Demokrat DPRD Mamuju, Febrianto Wijaya mempertanyakan mekanisme penjualan material bekas gedung lama DPRD Mamuju, yang terungkap hanya dijual dengan harga 60 juta rupiah.

“Kami memohon penjelasan terkait mekanisme pemusnahan bekas gedung DPRD lama, apakah sistemnya melalui mekanisme atau hanya sistem tunjuk, kalau dijual hanya 60 juta itu bagaimana kenapa baru dibayar 8 juta,” tanya Febrianto

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang aset BPKAD Mamuju, Sujanadi menuturkan, berdasarkan dari pengakuan Hamka, Kabid aset sebelumnya, hasil penjulan bongkahan gedung DDRD baru disetor 8 juta rupiah.

“Dari harga 60 juta, katanya yang di setor baru 8 juta dengan alasan materialnya masi ada, seperti besinya masi ada di lokasi sampai saat ini dengan adanya pandemi tidak ada pekerjanya katanya,” ungkap Sujanadi. (Sugiarto)