POLMAN, INISULBAR.COM, – UPTD Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Provinsi Sulawesi Barat mulai melaksanakan panen calon benih padi di lahan perbenihan BBI Lantora, Kelurahan Takatidung, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Senin, 2 Maret 2026. Kegiatan panen didampingi langsung oleh Kepala BBTPH, Nasaruddin, bersama Pengawas Benih Tanaman (PBT) Pertiwi Sucianda dan Musmuliadi.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata dalam mendukung visi dan misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, khususnya dalam penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah. Melalui optimalisasi produksi dan penyediaan benih unggul, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan petani di Sulawesi Barat.
Nasaruddin menjelaskan bahwa panen calon benih padi ini akan dilaksanakan secara bertahap dengan total luas lahan mencapai 7,5 hektare. Perencanaan waktu tanam telah disesuaikan sejak awal agar masa panen bertepatan dengan bulan Ramadhan. Oleh karena itu, proses penanaman juga dilakukan secara bertahap guna memastikan hasil panen tetap optimal dan terkelola dengan baik.
“Sejak awal kami sudah merencanakan pola tanam secara bertahap agar panen tetap berjalan lancar meskipun bertepatan dengan bulan Ramadhan. Ini bagian dari komitmen kami untuk memastikan ketersediaan benih tetap aman dan terjaga,” ujar Nasaruddin di sela-sela kegiatan panen.
Adapun varietas calon benih padi yang dipanen terdiri dari Mekongga, Ciliwung, Ciherang, Inpari 32, serta IR Nutrizinc. Varietas IR Nutrizinc menjadi salah satu yang paling menarik perhatian karena merupakan padi biofortifikasi yang kaya kandungan zinc. Kandungan tersebut berperan penting dalam membantu pencegahan stunting serta mendukung perbaikan gizi masyarakat.
Lebih lanjut, Nasaruddin menyampaikan bahwa potensi produksi benih dari panen awal tahun ini diperkirakan mencapai kurang lebih 30 ton, yang dapat memenuhi kebutuhan benih untuk pertanaman seluas sekitar 1.200 hektare.
“Kami berharap hasil ini dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi padi di Sulawesi Barat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” tambahnya.
Ke depan, UPTD BBTPH akan terus melanjutkan proses perbanyakan benih padi guna menjaga keberlanjutan pasokan benih unggul di daerah. Selain memperkuat ketahanan pangan, langkah ini juga selaras dengan Program Strategis Nasional di sektor pertanian, sekaligus mempertegas komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam membangun pertanian yang maju, mandiri, dan berdaya saing. (*)

