oleh

Tiga Atlit Sulbar Ikuti Kejurnas kempo Virtual Piala Kemenkominfo 2020

Mamuju, Inisulbar.com — Kejuaraan Nasional Tandoki Shironji piala Kemenkominfo 2020 secara virtual resmi bergulir, Kamis (13/8/2020). Ini merupakan Kejurnas beladiri pertama yang dilaksanakan secara daring di Indonesia, Sulawesi Barat mengutus 3 atlit dalam kompetisi tersebut.

Berlangsung di aula PPLP Sulbar, kompetisi yang dilangsungkan secara virtual tersebut mengutus Rabiatul Adwiah asal Kabupaten Polman dan Khusnul Khatimah asal Kabupaten Majene untuk Kategori Embu Kyukensi Solo Putri dan Embu Tandoki Campuran. Serta Putraman Hasasmitha asal kabupaten Mamuju untuk Kategori Embu Kyukensi Solo Putra dan Embu Tandoki Campuran.

Pelatih atlit Kempo Sulbar, M. irlan Suhendra mengungkapkan para atlit yang diturunkan dalam kejurnas virtual kali ini sudah sangat siap berlaga meskipun persiapan yang dilakukan kurang dari seminggu.

“Kami agak lambat mendapat informasi akan Kejurnas ini, namun tidak menjadi kendala berarti karena atlit kita sudah sangat siap sebelumnya. Kami latihan dua kali sehari untuk mengoptimalkan persiapan kejurnas ini dan kami target bisa mencatat prestasi dalam ajang ini,” ucap pria yang akrab disapa Simpei Irlan itu.

Ia menambahkan untuk kategori kelas Yhudansa tidak diikuti oleh Sulbar lantaran kurangnya atlit yang berada dalam kelas tersebut.

“Untuk atlit kami mengambil yang terbaik dari beberapa kabupaten, yang mana akan mengikuti kelas Kyukensi sedangkan untuk Kelas Yhudansa kami tidak ikutkan karena stok atlit kita kurang untuk kategori tersebut,” tambahnya

Ketua pengurus daerah Persaudaraan Shironji Kempo Indonesia (Perkemi) Mamuju, Daud Yahya yang hadir langsung memberi semangat kepada atlit dan menyaksikan kejurnas virtual beladiri pertama di Indonesia tersebut optimis dengan kemampuan para atlit Kempo binaan Sulawesi Barat.

“Meskipun waktu pelatihannya kurang tapi saya rasa itu bukan kendala sebab para atlit ini sudah sering berlaga dan kompeten di bidang itu, Kejurnas ini momen untuk mengasah kemampuannya itu, sehingga saya optimis mereka dapat memberi yang terbaik bagi daerah dalam kompetisi ini,” ucap Daud Yahya

Sebagai Ketua Perkemi ia pun terus melakukan komunikasi dan sinergitas dengan Pemerintah daerah akan pembinaan atlit dan penjaringan bibit-bibit atlit olahraga Kempo di Sulawesi Barat.

“Memang ada sedikit kendala dalam penyiapan anggaran yang agak kurang sehingga persiapan kita untuk mengikuti kejurnas ini disesuaikan dan dioptimalkan. Namun ada dua hal yang tetap kami pertahankan yaitu keaktifan organisasi Kempo di Sulbar dalam bentuk pembinaan, kemudian menjaga nama baik Sulawesi Barat di momen Nasional untuk terus memberikan kontribusi terbaik kami,” pungkasnya

Salah satu atlit Kempo Sulbar, Putraman Hasasmitha (27) asal kabupaten Mamuju untuk Kategori Embu Kyukensi Solo putra dan Embu Tandoki Campuran mengungkapkan antusiasnya mengikuti ajang tersebut meskipun tidak semeriah event-event yang pernah diikutinya.

“Ada yang berbeda untuk kompetisi kali ini, sebab dilaksanakan secara virtual sehingga antusias penonton juga kurang. Kalau yang secara Real kan kita lebih bersemangat karena banyak teriakan suporter,” sebut pria yang kerap mewakili Sulbar dikancah nasional untuk olahraga Kempo itu.

Komentar