oleh

Kades Botteng : Penyaluran BLT Melalui Dana Desa Menunggu Regulasi Payung Hukum

Mamuju, iS – Penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) melalui dana desa yang di peruntukkan bagi warga miskin non PKH dan bantuan pangan non tunai (BNPT) bagi keluarga yang kehilangan mata pencaharian akibat dampak penyebaran Covid-19 masi menunggu regulasi sebagai dasar payung hukum.

Hal itu di sampaikan oleh Plt.Kepala desa botteng Jumardin saat di konfirmasi melalui percakapan rekaman audio rabu (15/4/2020) malam.

Ia menjelaskan
Rapat bersama Bupati dan Wakil Bupati Mamuju, Agenda rapat arahan kepada semua kepala desa se-kabupaten Mamuju bahwa wajib seluruh desa menganggarkan pencegahan penyebaran Covid-19 untuk keamanan dan kenyamanan Masyarakat Kabupaten Mamuju.

“Dan dalam rapat juga disampaikan bahwa bantuan langsung tunai (BLT) perlu kita lakukan ditiap desa melalui Dana Desa namun menunggu regulasi sebagai payung hukum untuk program tersebut,” ungkapnya

“Semua kriteria masyarakat yang berhak menerima bantuan, akan ada form pendataannya kalau memang sudah memenuhi unsur kriteria berarti berhak menerima bantuan. diantaranya, yaitu masyarakat miskin yang non PKH jadi kalau sudah dapat PKH tidak boleh menerima.

“Masyarakat yang kehilangan pekerjaan karena dampak covid-19 dan msyarakat yang mempunyai keluarga rentan sakit menahun, kronis itu yang nanti menjadi sasaran daripada BLT itu,” paparnya.

Dalam percakapan rekaman audio tersebut Jumardin juga sampaikan. “Kemarin pada tanggal 14 april 2020 diruangan bapak bupati mamuju kami mengadakan rapat terbatas dengan 9 desa yang ada di kabupaten mamuju dan rapat itu juga dihadiri oleh wakil bupati mamuju.

“Agenda rapat kemarin itu arahan bapak bupati yaitu tentang dana desa bahwa seluruh desa wajib menganggarkan pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19) disetiap desa ini melalui dana desa yang nominalnya adalah Rp.200 juta per desa,” ujarnya

“Kemudian kita juga di berikan arahan-arahan tentang kebijakan-kebijakan yang kita lakukan tentang pemasangan portal di setiap desa, tehnisnya adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat yang keluar masuk jangan terlalu banyak keluar apabila tidak ada urusan yang penting.

“Begitu juga masyarakat masuk yang bukan masyarakat berdomisili di desa tersebut, kita tidak larang tapi kita harus melakukan pendataan kepada masyarakat yang masuk dan mempertanyakan asal dari mana kemudian tujuannya apa.

“Selain itu arahan pak bupati dari tanggal 13 kemarin sesuai yang telah kami laksanakan yaitu pembagian masker secara serentak se-kabupaten mamuju, pembagian Vitamin dan penyemprotan pasilitas umum di tiap desa masing-masing demi untuk keamanan dan kenyamanan masyarakat mamuju,” tutup Jumardin sapaan akrab Lucken. (edo)