JAKARTA, INISULBAR.COM,– Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, mengambil langkah strategis untuk meningkatkan aksesibilitas transportasi udara bagi masyarakat Sulawesi Barat.
Dalam upaya tersebut, Gubernur Suhardi Duka melakukan kunjungan kerja khusus ke Kantor Lion Tower, Jakarta, untuk bertemu langsung dengan Presiden Direktur Lion Group, Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi, Kamis, 22 Januari 2026.
Pertemuan ini difokuskan pada upaya peningkatan efisiensi rute penerbangan Mamuju–Jakarta yang dilayani maskapai Batik Air, khususnya terkait lamanya waktu transit di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.
Gubernur Suhardi Duka secara langsung melobi pihak Lion Group agar durasi transit tersebut dapat dipangkas, sehingga penumpang asal Sulawesi Barat tidak perlu menunggu terlalu lama di Makassar.
Ia bahkan mendorong skema penerbangan yang lebih efektif, di mana penumpang tidak perlu turun dari pesawat saat transit, atau setidaknya hanya menunggu dalam waktu yang sangat singkat.
Presiden Direktur Lion Group, Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi, mengapresiasi perhatian serius Gubernur Sulbar terhadap sektor transportasi udara.
Ia menyampaikan bahwa pihak Lion Group akan segera melakukan kajian teknis terhadap penjadwalan dan pengaturan operasional armada, dengan tetap mengutamakan standar keselamatan penerbangan.
Langkah ini diharapkan dapat segera memberikan dampak nyata, sehingga perjalanan udara dari dan menuju Bumi Manakarra menjadi lebih efisien, nyaman, dan kompetitif.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Perhubungan Provinsi Sulawesi Barat, Maddareski Salatin, menjelaskan bahwa kunjungan Gubernur ke Batik Air bertujuan membahas rencana penerbangan langsung Jakarta–Mamuju.
“Kalau belum bisa penerbangan langsung, minimal menggunakan pesawat yang sama dari Jakarta–Makassar–Mamuju, begitu juga sebaliknya. Selama ini waktu tunggu di Makassar terlalu lama dan sangat dirasakan oleh penumpang,” jelas Maddareski.
Ia menambahkan, Gubernur Suhardi Duka juga membuka peluang subsidi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, sesuai dengan kesepakatan dan perhitungan yang nantinya ditetapkan bersama pihak maskapai.
“Berdasarkan komunikasi tadi, pihak Batik Air masih melakukan kajian. Tadi langsung disampaikan oleh Direktur Utama Batik Air. Kita menunggu hasil perhitungan teknis dan operasionalnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Maddareski mengungkapkan harapan agar ke depan penerbangan Jakarta–Mamuju dapat dijadwalkan dua kali dalam sepekan, yakni setiap Senin dan Kamis. Jadwal ini dinilai akan sangat membantu aparatur instansi vertikal serta masyarakat Sulbar yang memiliki keluarga di Jakarta dan sekitarnya.
“Rencananya penerbangan dari Jakarta sekitar pukul 14.00, sehingga tiba di Mamuju sekitar pukul 17.00 atau 18.00. Ini tentu akan memberikan lebih banyak waktu bagi penumpang dan meningkatkan minat masyarakat menggunakan Batik Air,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berharap hasil pertemuan ini dapat segera ditindaklanjuti, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap layanan penerbangan dari dan ke Sulawesi Barat semakin meningkat. (*)

