MAMUJU, INISULBAR.COM, – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan official meeting dengan jajaran direksi PT Charoen Pokphand Indonesia di kantor Feedmill Makassar, yang beralamat di Jl. Kima XVII Kav DII Bira, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dalam mewujudkan visi pembangunan daerah melalui Pancadaya, yang menitikberatkan pada penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan daya saing daerah, serta pembangunan sektor unggulan berbasis potensi lokal, termasuk pertanian dan peternakan. Sinergi dengan dunia usaha menjadi langkah strategis untuk menghadirkan ekosistem agribisnis yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 03 April 2026 tersebut dipimpin langsung oleh Kepala DTPHP Provinsi Sulawesi Barat, Hamdani Hamdi, bersama jajaran dari Bidang Peternakan, Bidang Tanaman Pangan, UPTD Perbibitan Ternak, serta UPTD BBTPH. Turut hadir Tenaga Ahli Gubernur serta perwakilan dari Biro Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Sulawesi Barat.
Pertemuan ini membahas penguatan kerja sama agribisnis komoditas jagung dan peternakan sebagai satu kesatuan ekosistem bisnis dari hulu hingga hilir.
Jajaran Direksi PT Charoen Pokphand Indonesia memaparkan berbagai potensi dan peluang kemitraan yang dapat dikembangkan di Sulawesi Barat, baik melalui pola direct farm maupun jaringan agen (poultry shop), yang dapat melibatkan perorangan, badan usaha seperti PT/CV, koperasi, BUMDes hingga BUMD.
Selain itu, pihak perusahaan juga menyampaikan bahwa secara umum mutu jagung yang diproduksi oleh petani di Sulawesi Barat telah memenuhi spesifikasi untuk diserap industri, dengan kebutuhan jagung perusahaan yang mencapai sekitar 600 ton per hari.
Kepala DTPHP Provinsi Sulawesi Barat, Hamdani Hamdi, dalam pernyataannya menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berkomitmen penuh dalam mendukung pengembangan agribisnis jagung dan peternakan di daerah.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat akan memberikan dukungan penuh terhadap penguatan agribisnis jagung dan peternakan dari hulu hingga hilir melalui berbagai kebijakan, program, dan kegiatan, baik yang bersumber dari APBD maupun APBN,” kata Hamdani.
“Kami ingin memastikan peluang kerja sama yang ditawarkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani dan peternak,” sambungnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan DTPHP Provinsi Sulawesi Barat, Nur Kadar menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan peternak.
“Melalui kemitraan dengan pihak industri seperti PT Charoen Pokphand Indonesia, kami berharap terjadi peningkatan akses pasar, pendampingan teknis, serta jaminan keberlanjutan usaha bagi peternak di Sulawesi Barat, khususnya pada sektor perunggasan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan,” jelasnya.
Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta dapat memperkuat ekosistem agribisnis di Sulawesi Barat, sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian dan peternakan. (*)

