DKP Sulbar Gelar Sosialisasi Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara, Dorong Pengembangan Potensi ASN

oleh
oleh

MAMUJU, INISULBAR.COM, — Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar Sosialisasi Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN), Kamis (15/1), di Aula DKP Sulbar. Kegiatan yang dimulai pukul 10.35 WITA ini diikuti oleh seluruh ASN DKP Sulbar dan menghadirkan tim dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sulbar sebagai pemateri.

Kegiatan ini tidak hanya membahas aturan dan sistem, tetapi juga menyentuh sisi manusiawi ASN sebagai individu yang memiliki kemampuan, minat, dan peluang berkembang. Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, bersama Wakil Gubernur Salim S. Mengga, menaruh perhatian besar pada upaya menciptakan lingkungan kerja yang memberi ruang bagi setiap ASN untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan diri sesuai potensi yang dimiliki.

Tim BKPSDM Sulbar diterima secara resmi oleh Sekretaris DKP Sulbar, Oktorio AS, yang hadir mewakili Kepala DKP Sulbar, Suyuti M. Dalam sambutannya, Oktorio menyampaikan bahwa manajemen talenta diharapkan mampu membuat ASN merasa lebih dihargai, karena penilaian tidak hanya melihat hasil kerja, tetapi juga proses, komitmen, dan kesiapan untuk berkembang.

Materi sosialisasi disampaikan oleh Ketua Tim Sosialisasi BKPSDM, Annisyah Syam, yang menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 411 Tahun 2025, tentang Percepatan Pembangunan dan Penerapan Manajemen Talenta ASN pada instansi pemerintah.

Annisyah menjelaskan, penilaian talenta bertujuan untuk mengenali kekuatan dan potensi setiap ASN secara lebih utuh. Penilaian dilakukan melalui dua parameter utama, yaitu kinerja individu dan potensi individu. Dengan pendekatan ini, ASN tidak hanya dinilai dari angka, tetapi juga dari kemampuan untuk belajar, beradaptasi, dan berkontribusi lebih luas bagi organisasi.

Hasil penilaian tersebut akan memetakan ASN ke dalam sembilan kotak Manajemen Talenta, yang menjadi dasar dalam menentukan langkah pengembangan karier ke depan. Pemetaan ini membantu instansi merancang pelatihan, pembinaan, hingga promosi jabatan secara lebih tepat sasaran dan berkeadilan.

Untuk aspek kinerja, nilai talenta terdiri dari dua komponen, yakni kinerja utama dengan bobot 60 persen dan kinerja penguat sebesar 40 persen. Pembagian bobot ini dimaksudkan agar penilaian tidak semata-mata berfokus pada target kerja, tetapi juga pada perilaku kerja, kerja sama, dan kontribusi positif ASN di lingkungan kerja.

Dalam sosialisasi ini juga dijelaskan bahwa pengisian jabatan melalui manajemen talenta dilakukan melalui layanan Integrated Mutasi yang terhubung langsung dengan sistem BKN. Setiap usulan pengisian jabatan akan diverifikasi oleh BKN, dan bila diperlukan, dilakukan klarifikasi agar proses berjalan transparan dan akuntabel.

Mewakili Kepala Dinas, Sekretaris DKP Sulbar menyampaikan pesan positif kepada seluruh ASN DKP Sulbar. Ia berharap manajemen talenta dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat kerja dan rasa percaya diri ASN.

“Setiap pegawai memiliki potensi. Melalui sistem ini, kita ingin memastikan tidak ada potensi yang terabaikan, dan setiap ASN memiliki kesempatan yang adil untuk berkembang,” ungkapnya.

Melalui sosialisasi ini, DKP Sulbar diharapkan mampu membangun budaya kerja yang lebih terbuka, saling menghargai, dan berorientasi pada pengembangan manusia, sehingga pelayanan kepada masyarakat di sektor kelautan dan perikanan dapat terus meningkat secara berkelanjutan. (*)