MAMUJU, INISULBAR.COM, – Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sulawesi Barat (Dispoparekraf Sulbar) menjalin kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dalam rangka mendukung pembinaan olahraga di daerah ini.
Hal tersebut menjadi salah satu fokus bahasan pada pertemuan dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan Cabang Mamuju, pada Kamis, 29 Januari 2026. Dalam kesempatan itu, hadir Pejabat Administrator Bidang Kepemudaan Agus mewakili Kadispoparekraf Sulbar Bau Akram Dai. Sementara pihak BPJS Ketenagakerjaan Cabang Mamuju diwakili Kabid Pelayanan.
Dalam pertemuan di Ruang Kerja Kepala Bidang Keolahragaan Dispoparekraf Sulbar tersebut, kedua pihak menganggap pentingnya kolaborasi dalam pembinaan olahraga termasuk perlindungan jaminan sosial bagi seluruh atlet yang sedang bertanding. Hal tersebut sejalan dengan keinginan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, dalam upaya pembinaan pengembangan atlet Sulbar dalam meraih prestasi.
Menanggapi pertemuan tersebut, Kadispoparekraf Sulbar, Bau Akram Dai, menyampaikan bahwa kolaborasi yang terbangun merupakan langkah penting bagi pembinaan olahraga di Sulbar.
“Pembinaan olahraga memerlukan langkah-langkah strategis, membangun kerja sama dan membuka diri untuk kolaborasi dengan berbagai pihak. Yang kita lakukan dengan BPJS akan makin mendorong peningkatan kualitas pembinaan dan penyelenggaraan olahraga,” kata Bau Akram.
“Yang terpenting adalah bahwa pertemuan itu menghasilkan persepsi yang sama untuk memastikan aspek keselamatan dan kesejahteraan insan olahraga menjadi perhatian utama,” lanjutnya.
Sementara itu, Agus menjelaskan bahwa pertemuannya dengan Kabid Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Mamuju merupakan kolaborasi yang penting.
“Ini kolaborasi yang penting, terutama karena menyangkut resiko cedera atlet kita saat sedang bertanding. Cedera saat bertanding hanya bisa dicover melalui BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan tidak bisa mencover,” kata Agus, usai pertemuan.
Selanjutnya, Agus mengungkapkan bahwa pihak BPJS menyatakan komitmennya untuk mendukung program-program keolahragaan melalui penyediaan layanan jaminan sosial sesuai ketentuan yang berlaku, serta memberikan edukasi kepada para atlet terkait pentingnya perlindungan sosial.
“Kita harapkan teman-teman atlet, terutama yang bergelut pada cabang olahraga yang memiliki resiko tinggi terjadinya cedera, kita sarankan untuk memanfaatkan fasilitas ini dan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,”ujar Agus.
Agus menyebut contoh ketika salah seorang atlet pencak silat yang mengalami cedera patah tulang di lengan kanan saat bertanding di Praponas Kendari. Semua biaya operasi menjadi tanggungan BPJS Ketenagakerjaan.
Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan penyelenggaraan kegiatan keolahragaan di Provinsi Sulbar semakin terencana, berkelanjutan, dan mampu mendorong peningkatan prestasi olahraga daerah. (*)

