BI Sulbar Siapkan Rp530 Miliar untuk Layanan Penukaran Uang Lewat Program SERAMBI 2026

oleh
oleh

MAMUJU, INISULBAR.COM,- Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Barat, terus menggenjot sejumlah program utama sebagai prioritas selama bulan Ramadhan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 2026, yakni pengendalian inflasi dan layanan penukaran uang.

Hal itu disampaikan oleh kepala perwakilan BI Sulbar, Eka Putra Budi Nugroho dalam kegiatan Sipakada Media yang berlangsung di The Noon Cafe Mamuju, Rabu (18/2/2026).

Eka Putra menjelaskan, pada periode Ramadhan dan Idul Fitri, permintaan masyarakat terhadap berbagai kebutuhan barang cenderung meningkat. Kondisi tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga apabila tidak diantisipasi secara tepat.

“Upaya pertama adalah menjaga inflasi, kami bekerja sama erat dengan pemerintah provinsi maupun kabupaten melalui high level meeting untuk menetapkan strategi, termasuk kegiatan implementatif seperti pasar murah,” ujar Eka Putra.

Selain pengendalian inflasi, BI Sulbar juga memprioritaskan layanan penukaran uang melalui program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (Serambi). Program ini bertujuan memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap uang pecahan kecil menjelang Lebaran.

“Tahun ini kita perluas titik penukaran dari 19 menjadi 28 titik. Tidak hanya di Mamuju, tetapi juga mencakup Majene, Polewali Mandar dan Mamuju Tengah,” jelasnya.

Sebagai pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi, Mamuju tetap menjadi wilayah dengan titik layanan terbanyak, namun BI juga memastikan pemerataan layanan di kabupaten lain melalui kerja sama dengan perbankan.

Dari sisi ketersediaan uang, BI Sulbar menyiapkan dana sekitar Rp530 miliar untuk periode HBKN tahun ini. Jumlah tersebut meningkat sekitar 27 persen dibanding tahun sebelumnya.

Menurut Eka Putra, peningkatan stok kas didasarkan pada pertumbuhan ekonomi Sulbar yang mencapai 6,55 persen serta faktor inflasi.

“Tahun lalu serapan uang mencapai 93 persen dari total persediaan. Artinya kebutuhan masyarakat cukup tinggi dan relatif efektif. Dengan pertumbuhan ekonomi yang ada, tentu perlu ada peningkatan kapasitas dan cadangan,” kata Eka Putra.

Ia menambahkan, peningkatan alokasi tersebut mempertimbangkan dua aspek utama, yakni pertumbuhan ekonomi yang mendorong aktivitas transaksi serta nilai inflasi yang memengaruhi daya beli dan kebutuhan nominal uang beredar.

Melalui sinergi bersama pemerintah daerah dan sektor perbankan, BI Sulbar optimistis stabilitas harga dan ketersediaan uang tunai selama Ramadhan dan Idul Fitri 2026 dapat terjaga dengan baik di seluruh wilayah Sulbar. (*)