MAMUJU, INISULBAR.COM, — Anggota Komisi IV DPR RI dari Partai Demokrat, Muhammad Zulfikar Suhardi, menyerahkan puluhan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
Penyerahan bantuan tersebut berlangsung dalam kegiatan Molimbo (Musyawarah Turun Sawah) yang dirangkaikan dengan penanaman padi menggunakan sistem Jajar Legowo, Senin (10/8/2026), di Lingkungan Pure, Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju.
Zulfikar mengatakan, bantuan tersebut merupakan salah satu bentuk komitmennya sebagai anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi sektor pertanian untuk mendorong peningkatan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.
Menurutnya, dukungan terhadap sektor pertanian tidak hanya berkaitan dengan penyediaan sarana produksi, tetapi juga bagaimana petani dapat menekan biaya operasional melalui pemanfaatan teknologi dan mekanisasi pertanian.
“Bantuan ini merupakan langkah nyata saya selama berada di Komisi IV DPR RI. Kami ingin bagaimana produktivitas petani bisa meningkat, biaya produksi bisa ditekan, dan pada akhirnya kesejahteraan petani juga meningkat,” kata Zulfikar.
Ia berharap bantuan alsintan maupun berbagai program pendukung sektor pertanian yang telah disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani.
Zulfikar menilai modernisasi pertanian menjadi salah satu kebutuhan penting untuk meningkatkan daya saing sektor pertanian di Sulawesi Barat, khususnya Kabupaten Mamuju.
“Saya berharap seluruh bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh kelompok tani. Jangan hanya menjadi bantuan yang diterima, tetapi benar-benar digunakan untuk meningkatkan produktivitas dan membantu petani dalam proses budidaya,” ujarnya.
Ia menambahkan, modernisasi alat pertanian diharapkan memberikan dampak yang lebih luas. Tidak hanya membantu petani dalam meningkatkan hasil produksi, tetapi juga memberikan efek positif terhadap perekonomian masyarakat.
“Kalau pertanian kita semakin modern, produktivitas meningkat dan biaya produksi bisa ditekan, maka manfaatnya bukan hanya dirasakan petani. Dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat secara luas karena pertanian merupakan salah satu sektor penting dalam kehidupan dan perekonomian daerah,” jelasnya.
Bantuan Bernilai Puluhan Miliar
Sejumlah bantuan dan program yang telah disalurkan Zulfikar Suhardi untuk mendukung sektor pertanian, perikanan, dan pemberdayaan masyarakat di antaranya traktor roda dua senilai Rp1,6 miliar, handsprayer Rp100 juta, traktor roda empat Rp5,7 miliar, combine harvester Rp3,6 miliar, irigasi perpompaan Rp6,5 miliar, irigasi perpipaan Rp500 juta, serta bangunan konservasi senilai Rp750 juta.
Selain itu, terdapat bantuan jalan usaha tani senilai Rp1 miliar, program Kampung Nelayan Bonda Rp4,9 miliar, ayam petelur Rp2,4 miliar, rehabilitasi jaringan irigasi tersier Rp1,6 miliar, benih jagung Rp2,5 miliar, serta benih padi senilai Rp2 miliar.
Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem pertanian dari sisi hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan sarana produksi, pengolahan lahan, pengairan, hingga peningkatan akses dan produktivitas petani.
Zulfikar menegaskan, dirinya akan terus mendorong agar program pemerintah pusat dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Sulawesi Barat, khususnya masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian.
“Kita ingin memastikan program-program yang ada benar-benar sampai kepada masyarakat dan memberikan manfaat. Petani harus menjadi salah satu pihak yang merasakan langsung kehadiran negara melalui dukungan sarana, teknologi, infrastruktur, dan program pemberdayaan,” pungkasnya.
Pelaksanaan Molimbo yang dirangkaikan dengan penanaman padi sistem Jajar Legowo tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mendorong petani menerapkan metode budidaya yang lebih teratur dan efisien, sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Mamuju. (*)

