BARRU, INISULBAR.COM, – Di era media sosial, sebuah isu bisa berlari lebih cepat daripada klarifikasi. Satu potongan informasi dibagikan, lalu dikomentari, kemudian dipercaya.
Dan sebelum fakta lengkap muncul, opini publik telanjur terbentuk. Fenomena itulah yang tampaknya sedang dihadapi Universitas Muhammadiyah Barru (UMB).
Setelah ramai diberitakan dan diperbincangkan di berbagai platform terkait pemberhentian salah seorang dosen yang dikaitkan dengan teguran terhadap mahasiswi soal cara berpakaian, pihak kampus akhirnya mengeluarkan tanggapan resmi.
Minta Publik Tidak Buru-buru Menyimpulkan
Melalui Amir selaku Biro Humas dan Admisi Universitas Muhammadiyah Barru, kampus meminta masyarakat melihat persoalan tersebut secara utuh dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan dari informasi yang beredar.
Menurut Amir, informasi yang saat ini berkembang di ruang publik masih membutuhkan penjelasan yang lebih lengkap berdasarkan fakta, dokumen, serta mekanisme yang berlaku di lingkungan universitas.
Karena itu, ia mengingatkan agar publik tidak membangun penilaian hanya dari sebagian cerita yang beredar di media sosial.
“Pada prinsipnya, setiap keputusan yang berkaitan dengan kepegawaian dilaksanakan melalui proses administrasi, evaluasi, pembinaan, serta mengacu pada ketentuan internal universitas dan peraturan yang berlaku,” jelas Amir dalam tanggapan resmi yang dilansir dari _katasulsel.com_, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Tegaskan Nilai Al-Islam dan Etika Akademik
Ia menegaskan, Universitas Muhammadiyah Barru sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah memiliki tanggung jawab menjaga nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, etika akademik, profesionalisme, serta penghormatan terhadap seluruh sivitas akademika.
Dalam konteks itu, pembinaan akhlak, etika berpakaian, sopan santun, dan budaya akademik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kampus.
Namun menurut pihak universitas, setiap persoalan tetap harus diselesaikan melalui mekanisme organisasi yang berlaku. Tidak boleh ada vonis di ruang publik sebelum proses internal selesai.
Menunggu Audiensi dengan PWM Sulsel
Saat ini, kata Amir, Universitas Muhammadiyah Barru masih menunggu informasi terkait agenda audiensi dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi ruang untuk meluruskan informasi, menyampaikan kronologi secara lengkap, dan mencari solusi terbaik bagi semua pihak.
“Kampus berkomitmen terbuka, namun tetap mengedepankan asas kehati-hatian agar tidak menimbulkan kegaduhan baru,” tambahnya.
Imbauan Jaga Iklim Akademik yang Sehat
UMB mengimbau seluruh sivitas akademika dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga iklim akademik yang sehat, saling menghormati, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Kampus berharap polemik ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara pimpinan, dosen, mahasiswa, dan masyarakat luas.
Dengan begitu, UMB dapat terus fokus pada tugas utamanya: mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Muhammadiyah. (*)

