Seru! 19 Tim Forkopimda dan Instansi Vertikal Adu Kreasi Masak Pangan Lokal Sulbar

oleh
oleh

MAMUJU, INISULBAR.COM, – Sebanyak 19 tim antusias mengikuti lomba memasak pangan lokal Sulawesi Barat antar pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi vertikal se-Sulawesi Barat, dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Kamis (13/8/2026), tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Sulbar.

Lomba dibuka secara resmi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Sulawesi Barat, Ny. Harsinah Suhardi. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan dan silaturahmi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dengan unsur Forkopimda serta instansi vertikal.

“Kegiatan ini bukan hanya untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Forkopimda dan instansi vertikal. Kita ingin membangun kebersamaan sekaligus memperkenalkan bahwa pangan lokal kita sangat beragam dan bisa diolah menjadi makanan yang menarik dan bernilai,” ujar Harsinah.

Dalam lomba tersebut, panitia telah menyiapkan tiga bahan dasar utama, yakni singkong, jagung, dan pisang. Para peserta kemudian ditantang untuk mengolah bahan-bahan tersebut menjadi hidangan yang kreatif, menarik, dan memiliki cita rasa yang baik.

Setiap tim terdiri atas satu orang pimpinan Forkopimda atau instansi vertikal dan dua orang pendamping. Para peserta diberikan waktu total 90 menit yang terbagi dalam tiga tahapan, yaitu 15 menit untuk persiapan, 60 menit untuk proses memasak, dan 15 menit untuk plating atau penyajian.

Sementara itu, Kepala DTPHP Sulawesi Barat, Hamdani Hamdi, mengatakan lomba tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mengangkat potensi pangan lokal sekaligus mendorong kreativitas dalam pemanfaatan komoditas pertanian yang dihasilkan masyarakat Sulawesi Barat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa pangan lokal Sulawesi Barat tidak kalah dengan bahan pangan lainnya. Singkong, jagung dan pisang memiliki potensi besar untuk diolah menjadi berbagai produk pangan yang menarik, bernilai gizi dan memiliki nilai ekonomi,” kata Hamdani.

Selain aspek kreativitas, peserta juga dituntut memperhatikan cita rasa, tampilan hidangan, kebersihan, teknik pengolahan, serta pemanfaatan bahan yang telah disediakan. Suasana lomba berlangsung meriah karena masing-masing tim berusaha menyajikan hidangan terbaik dalam waktu yang telah ditentukan.

Melalui lomba memasak pangan lokal tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berharap potensi komoditas pertanian daerah semakin dikenal dan pemanfaatannya dapat berkembang, tidak hanya sebagai bahan pangan rumah tangga tetapi juga sebagai produk olahan yang memiliki nilai tambah dan peluang ekonomi bagi masyarakat.

Lomba tersebut sejalan dengan komitmen Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, untuk mengoptimalkan potensi sumber daya lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian daerah. Pemanfaatan pangan lokal diharapkan tidak berhenti pada konsumsi, tetapi terus dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah yang mampu mendorong kesejahteraan masyarakat.

Setelah melalui proses penilaian, BMKG Mamuju berhasil meraih Juara I, disusul BKKBN Sulbar sebagai Juara II, dan Sekretariat Daerah Sulbar sebagai Juara III. Sementara itu, Harapan I diraih BPS Sulbar, Harapan II Kementerian Haji dan Umrah, dan Harapan III BPN. (*)