Sekda Sulbar Minta Lulusan IPDN Ditempatkan Sesuai Jurusan: Di Mana Bumi Dipijak, di Situ Langit Dijunjung

oleh
oleh

MAMUJU, INISULBAR.COM, – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Junda Maulana secara resmi menyerahkan lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII kepada pemerintah kabupaten dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar, Rabu, 16 September 2026.

Penyerahan dilakukan di Mamuju dan dihadiri Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Mamuju, serta perwakilan BKD kabupaten lainnya. Dalam prosesi penyerahan tersebut, tercatat lulusan yang ditempatkan tersebar di seluruh kabupaten se-Sulbar.

Dalam arahannya, Junda Maulana menekankan agar para praja yang kini resmi menjadi aparatur tidak memilih-milih lokasi penempatan.

“Prinsip kita dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Yang ditempatkan di Mamasa jangan kecewa, yang ditempatkan di Pasangkayu jangan kecewa, begitu juga sebaliknya. Karena kalian dulu masuk IPDN untuk mengabdi kepada bangsa dan negara, bukan hanya kepada daerah sendiri,” ujar Junda Maulana.

Ia juga berbagi pengalaman pribadinya saat awal mengabdi pada tahun 1993 bersama sejumlah pejabat Sulbar lainnya. Ia menegaskan keberhasilan di lapangan ditentukan oleh kemampuan membawa diri. Kepada para lulusan, Junda Maulana menitipkan tiga kunci sukses sebagai alumni IPDN.

“Yang pertama disiplin. Kalau ada alumni IPDN tidak disiplin, itu bukan alumni, hanya numpang sekolah saja. Disiplin mulai dari cara berpakaian, disiplin masuk dan pulang kantor, disiplin dalam bekerja,” tegasnya.

Kedua adalah loyalitas. Menurut Junda Maulana, loyalitas dibentuk melalui proses panjang selama pendidikan empat tahun di IPDN dan harus ditunjukkan kepada pimpinan, kepada kepemimpinan dan kepada tugas.

“Jangan membantah tugas, kecuali tugas itu berisiko tidak baik. Kewajiban bawahan yang loyal itu harus memberikan pendapat,” kata Junda Maulana.

Ketiga adalah dedikasi, yakni memberikan lebih dari batas standar yang ada.

“Kalau anda hanya masuk kerja 7 sampai 8 jam sehari dan menyelesaikan pekerjaan standar, itu bukan dedikasi, itu hanya bekerja. Dedikasi itu mengorbankan waktu, bahkan biaya sendiri untuk kepentingan organisasi yang lebih besar,” jelasnya.

Junda Maulana meminta para lulusan untuk tampil berbeda dan mewarnai tempat tugas, bukan malah diwarnai. Ia menegaskan di era manajemen talenta saat ini, penilaian didasarkan pada kinerja, bukan kedekatan.

“Kalau orang mampunya 10, anda harus 11. Kalau orang mampu selesaikan pekerjaan 3 jam, anda harus 1 jam. Tunjukkan performa kalian bahwa anda memang alumni IPDN,” pesan Junda Maulana.

Pada kesempatan itu, Junda Maulana juga berpesan kepada pemerintah kabupaten agar membimbing para lulusan yang masih baru dan masih teoritis.

“Saya minta tolong diarahkan, ditempatkan pada tempat sesuai dengan jurusannya agar bisa mengembangkan potensi. Mereka ini ibarat kertas putih. Kalau ada yang salah, ditegur saja, jangan didiamkan. Karena kalau didiamkan, dia kira tidak ada salahnya,” tutupnya. (Adv)