oleh

Pasien Positif Covid-19 Sulbar Sentuh Angka Seribu

Mamuju, Inisulbar.com – Warga Sulawesi Barat (Sulbar) yang terpapar positif C-19 hingga kini mencapai 1000 kasus dari enam kabupaten se Sulbar.

“Hari ini, ada tiga orang yang kembali terpapar C-19,”kata juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan C-19 Sulbar, Safaruddin Sanusi, Rabu 28 Oktober 2020.

banner 1280x598

Safaruddin mengungkapkan bahwa tiga orang yang terpapar C-19 hari ini masing-masing dari Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) laki-laki Im, 45 tahun, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) perempuan Ya, 39 tahun, serta Kabupaten Majene laki-laki Ri, 38 tahun.

“Mereka dinyatakan terpapar C-19 setelah hasil pemeriksaan swab dari laboratorium RS Bhayangkara Makassar dan laboratorium RS Wahidin Sudirohusodo Makassar keluar,”katanya.

Dia juga mengungkapkan bahwa Im dan Ri mengaku memiliki riwayat perjalanan dari daerah yang terpapar C-19, namun tidak jelas riwayat kontaknya dengan pasien yang terpapar C-19 sebelumnya.

“Sedangkan Ya tidak jelas riwayat perjalanannya dan riwayat kontaknya,”kata Safaruddin.

Lanjut Safaruddin mengungkapkan bahwa Im sempat dirawat di RS Regional Sulbar, namun Senin 26 Oktober 2020 sekira pukul 15.50 WITA, Im dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan Ya, kata Safaruddin, sempat dirawat di RS Faisal Makassar dari tanggal 19 Oktober dan pada tanggal 26 oktober 2020 sekira pukul 12.00 WITA, Ya dinyatakan Meninggal dunia.

“Sementara itu, Ri kini sedang menjalani isolasi mandiri,”katanya.

Diketahui bahwa warga Sulbar yang positif C-19 terbanyak di Kabupaten Polman yakni 445 orang, Kabupaten Mamuju 320 orang, Kabupaten Majene 82 orang, Kabupaten Mateng 51 orang, Kabupaten Pasangkayu 51 orang, serta Kabupaten Mamasa 51 orang.

Sedangkan warga Sulbar yang sembuh dari C-19 terbanyak di Kabupaten Polman yakni 363 orang, Kabupaten Mamuju 257 orang, Kabupaten Majene 68 orang, Kabupaten Mateng 47 orang, Kabupaten Mamasa 47 orang, serta Kabupaten Pasangkayu 34 orang.

Sementara itu, warga Sulbar yang meninggal dunia karena C-19 sebanyak 14 orang, masing-masing dari Kabupaten Polman sembilan orang, Kabupaten Mateng dua orang, Kabupaten Mamuju dua orang, serta Kabupaten Pasangkayu satu orang.

Komentar