MAMUJU, INISULBAR.COM, – Atrium Mall Matos Mamuju dipadati pengunjung, Kamis (25/6/2026) malam. Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Barat menggelar Mandarpreneur Syariah (Madrasah) Fair Sulawesi Barat 2026 untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah daerah.
Mengusung tema, “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Sulawesi Barat yang Berkelanjutan Melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, kegiatan ini merangkul pemerintah daerah, lembaga keuangan, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum dalam satu wadah kolaborasi.
Kepala Perwakilan BI Sulbar Eka Putra Budi Nugroho menjelaskan, Madrasah Fair adalah etalase awal program Mandarpreneur Academy 2026. Program ini lahir dari kebutuhan membangun ekonomi kerakyatan yang terencana, terarah, dan terstruktur.
Prosesnya dimulai dari roadshow ke seluruh kabupaten di Sulbar, mulai Pasangkayu hingga Polewali Mandar. Tujuannya mengidentifikasi UMKM potensial yang bisa naik kelas. UMKM terpilih lalu menjalani asesmen dan kurasi ketat untuk memastikan kualitas produk serta kesiapan usaha sebelum masuk tahap pembinaan intensif.
Madrasah Fair 2026 menghadirkan 34 UMKM binaan BI Sulbar. Rinciannya: sekitar 20 UMKM makanan dan minuman olahan, 10 UMKM makanan basah, serta 4 UMKM sektor wastra atau kerajinan berbasis kain tradisional Mandar.
“Madrasah Fair ini menjadi etalase awal hasil pembinaan Mandarpreneur Academy. Kami ingin memberikan ruang bagi UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas,” jelas Eka.
Selain pameran, kegiatan ini fokus pada 3 hal: penguatan literasi ekonomi syariah, peningkatan kapasitas UMKM, dan perluasan akses pembiayaan. BI menggandeng perbankan dan lembaga keuangan syariah untuk mempermudah UMKM dapat modal usaha.
BI menargetkan nilai transaksi UMKM selama rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah FESyar mencapai minimal Rp1 miliar. Untuk akses pembiayaan, targetnya Rp500 juta melalui skema kerja sama dengan sektor perbankan syariah dan lembaga keuangan lainnya.
Eka menyebut salah satu bukti nyata keberhasilan pembinaan UMKM Sulbar. Sekitar 2 bulan lalu, produk kopi unggulan Sulbar tampil di pameran Amerika Serikat lewat kerja sama BI dengan kantor perwakilan BI New York.
Respons pasar sangat positif. Saat ini produk tersebut sedang penjajakan kerja sama bisnis dengan kebutuhan sekitar 300 ton setiap 6 bulan. “Keberhasilan ini bukti produk UMKM Sulbar punya daya saing tinggi jika dibangun dengan standar kualitas baik dan pembinaan berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui Madrasah Fair 2026, Pemprov Sulbar bersama BI berharap lahir ekosistem ekonomi syariah yang inklusif. Targetnya jelas: meningkatkan daya saing UMKM, memperluas akses pasar dan pembiayaan, serta mendorong lahirnya generasi Mandarpreneur yang inovatif, berintegritas, dan jadi penggerak ekonomi daerah.
“ Kami ingin semakin banyak UMKM Sulawesi Barat yang mampu menembus pasar nasional maupun global sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tutup Eka. (*)

