POLMAN, INISULBAR.COM, – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Syamsul Samad, menghadiri kegiatan halal bihalal dan dialog olahraga yang digelar di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Selasa, (7/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Syamsul Samad menegaskan bahwa KONI memiliki kewajiban untuk terus berpartisipasi dalam agenda olahraga nasional sebagai bagian dari pembinaan prestasi menuju level yang lebih tinggi, termasuk ajang internasional.
Menurutnya, salah satu agenda penting yang akan dihadapi pada tahun depan adalah Pra Pekan Olahraga Nasional (Prapon), yang merupakan tahapan seleksi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
“Prapon merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses menuju PON 2028. Karena itu, seluruh daerah harus mulai mempersiapkan diri sejak sekarang,” kata Syamsul Samad.
Syamsul Samad menjelaskan bahwa salah satu kewajiban daerah dalam menghadapi Prapon adalah melaksanakan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Oleh sebab itu, Porprov Sulbar harus digelar pada tahun 2026 sebagai bagian dari proses pembinaan dan seleksi atlet.
Namun demikian, ia mengakui bahwa penyelenggaraan berbagai agenda olahraga saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Kondisi fiskal nasional yang sedang mengalami tekanan berdampak pada hampir seluruh sektor, termasuk olahraga.
“Di tengah kondisi fiskal negara yang sedang tidak baik-baik saja, terjadi pemangkasan anggaran di berbagai lini dan sektor. Kebijakan transfer ke daerah juga mengalami pengurangan yang cukup besar,” ujarnya.
Menurut Syamsul Samad, pengurangan anggaran tersebut tidak hanya dirasakan oleh pemerintah daerah, tetapi juga berdampak pada organisasi olahraga yang selama ini bergantung pada dukungan anggaran pemerintah.
“Semua sektor yang menggunakan anggaran pemerintah mengalami pengurangan anggaran yang cukup besar. Tentu kondisi ini juga berdampak terhadap KONI,” ungkap Syamsul Samad.
Meski demikian, ia berharap seluruh pemangku kepentingan olahraga di Sulbar tetap menjaga komitmen dalam pembinaan atlet dan persiapan menghadapi berbagai agenda olahraga nasional yang telah menanti di depan.
“Kita harus tetap optimistis dan mencari solusi agar pembinaan olahraga tetap berjalan, sehingga target menghadapi Prapon dan PON 2028 dapat tercapai,” tuturnya. (Adv)

