Kawal SPBE hingga Lapor SPAN, Ridwan Djafar: Digitalisasi Harus Terukur dan Terintegrasi

oleh
oleh

MAMUJU, INISULBAR.COM, — Kepala Dinas Kominfo Statistik dan Persandian (Kominfo SS) Pemprov Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, mengikuti rapat koordinasi Tindak Lanjut Perbaikan Kinerja OPD, yang dipimpin Sekretaris Provinsi Sulbar, Junda Maulana, di Lantai 2 Kantor Gubernur Sulbar, Rabu 18 Februari 2026.

Forum tersebut menjadi ajang konsolidasi percepatan program prioritas berbasis digital yang menjadi bagian dari misi Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga.

Ridwan menegaskan, KominfoSS Sulbar tidak hanya berperan sebagai pengelola jaringan dan sistem informasi, tetapi juga sebagai pengawal utama transformasi digital pemerintahan. Sejumlah agenda strategis menjadi perhatian, mulai dari penguatan Arsitektur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), optimalisasi Lapor SPAN, hingga peningkatan Indeks Pembangunan Statistik (IPS).

Menurutnya, pembenahan Arsitektur SPBE menjadi fondasi agar seluruh aplikasi dan layanan digital di lingkungan Pemprov Sulbar tidak berjalan sendiri-sendiri. Integrasi sistem dinilai penting untuk mencegah tumpang tindih aplikasi, memperkuat keamanan data, serta memastikan layanan publik lebih cepat dan efisien.
Di sisi lain, penguatan Lapor SPAN juga menjadi fokus. Kanal pengaduan dan pelaporan masyarakat tersebut harus responsif serta terhubung langsung dengan perangkat daerah terkait.

Ridwan menekankan, pengelolaan aduan tidak boleh berhenti pada pencatatan, melainkan harus ditindaklanjuti secara terukur agar meningkatkan kepercayaan publik.
Sementara itu, peningkatan Indeks Pembangunan Statistik dipandang sebagai instrumen penting dalam perumusan kebijakan berbasis data. Ia menyebut, tata kelola data sektoral harus dibenahi, termasuk standarisasi metadata dan sinkronisasi antar-OPD.

“Ke depan, kebijakan tidak lagi berbasis asumsi. Semua harus berbasis data yang valid dan terverifikasi,” ujarnya.

Ridwan memastikan, KominfoSS Sulbar akan terus mengawal seluruh agenda digital tersebut agar selaras dengan visi pembangunan daerah.

Transformasi digital, katanya, bukan sekadar modernisasi sistem, melainkan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Lebih lanjut, Ridwan menyampaikan, DiskomifoSS berkomitmen untuk mengoptimalkan pelaporan dalam rangka evaluasi nasional pada seluruh aspek tranformasi digital, komunikasi publik, satu data & siber security.

“Komitmen itu akan dilaksanakan melalui penguatan komitmen pimpinan, koordinasi antar OPD dan pembentukan tim kerja yang berkualitas khususnya pada aspek pelaporan. Penyajian laporan mesti sesuai realisasi dilapangan, tersusun rapih dan disampaikan tepat waktu,” kata Ridwan.

Kerja kolaborasi menjadi kunci suksesnya pelaporan kinerja Pemprov Sulbar yang ditargetkan mampu masuk dalam 10 besar nasional. (*)