MAMUJU, INISULBAR.COM,— Tim IV Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan BPBD Provinsi Sulawesi Barat di Command Center Pusdalops menerima laporan kebakaran lahan di Dusun Balla, Desa Papandangan, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar.
Laporan tersebut disampaikan Person in Charge (PIC) dan Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Dinas Satpol PP Polman, Imran, Jumat (16/10/2026). Kebakaran terjadi pada Rabu, 14 Oktober 2026 dan menghanguskan lahan sekitar 20 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, mengatakan laporan tersebut menjadi bagian dari pemantauan Pusdalops untuk mendukung koordinasi penanganan Karhutla di Sulbar.
Hal ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Sekda Sulbar Junda Maulana agar seluruh unsur meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat koordinasi, serta mengoptimalkan pencegahan dan penanganan bencana di tengah musim kemarau.
Berdasarkan laporan Damkar Polman, informasi awal kebakaran disampaikan warga bernama Diana (45) yang melihat titik api di area perkebunan milik Sappe (48). Laporan diterima petugas Damkar sekitar pukul 02.30 WITA, Rabu, 14 Oktober 2026.
Setelah menerima informasi, petugas Regu A Bidang Damkar dan Penyelamatan Dinas Satpol PP Polman bersama unsur terkait langsung bergerak ke lokasi dengan waktu tanggap sekitar 15 menit.
Penanganan melibatkan dua unit armada Damkar Pos Induk Polewali, satu unit armada suplai BPBD Polman, unsur TNI-Polri, serta masyarakat setempat.
Petugas menghadapi kendala medan terjal, vegetasi padat, dan akses kendaraan terbatas menuju titik api. Kondisi itu membuat pemadaman dilakukan manual menggunakan tangki semprot, penguraian material terbakar, lokalisasi api, pendinginan, serta pemutusan rantai penjalaran api.
Setelah kurang lebih tujuh jam penanganan, api berhasil dikendalikan. Lokasi dilaporkan aman dan jauh dari permukiman penduduk. Meski demikian, pemantauan dan pendinginan tetap dilakukan untuk antisipasi munculnya kembali titik api.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Taksiran kerugian material nihil. Vegetasi yang terbakar berupa semak belukar, rerumputan, dan bambu. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.
Yasir Fattah mengapresiasi respons cepat seluruh unsur yang terlibat. Ia menegaskan koordinasi antara BPBD, Damkar, TNI-Polri, pemerintah setempat, dan masyarakat sangat penting untuk mempercepat penanganan dan mencegah meluasnya kebakaran.
“Penanganan kebakaran lahan membutuhkan respons cepat dan kerja sama semua pihak. Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, tidak membakar sampah tanpa pengawasan, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan, karena dapat memicu kebakaran, terutama pada kondisi vegetasi yang kering,” ujar Yasir Fattah.
BPBD Sulbar melalui Pusdalops akan terus memantau perkembangan Karhutla di wilayah Sulbar serta memperkuat koordinasi dengan BPBD kabupaten dan instansi terkait untuk mendukung kesiapsiagaan dan penanganan terpadu. (*)

