MAMUJU, INISULBAR.COM, – Satu tradisi yang penuh makna kini mengisi setiap momen kenaikan pangkat di lingkungan Kepolisian Daerah Sulawesi Barat. Selasa (14/7/26), para personel Polri yang mendapatkan kenaikan pangkat periode 1 Juli 2026, beserta seluruh PNS Polri yang naik pangkat pada periode 1 Februari dan 1 April 2026, secara serentak melakukan penanaman bibit pohon di kawasan lingkungan Mapolda Sulbar.
Setiap orang tampak menggali lubang, menanam bibit pohon pilihannya masing‑masing, menyiram dengan penuh hati, lalu memasang papan nama kecil sebagai tanda bahwa itulah pohon yang ia tanam bertepatan dengan hari bersejarah dalam kariernya.
Satu harapan sama terucap dari setiap hati personel yang naik pangkat semoga bibit kecil ini kelak tumbuh besar, berakar kuat, berdaun rindang, dan senantiasa memberikan kebaikan serta manfaat seluas‑luasnya bagi lingkungan, institusi, maupun masyarakat luas.
Kegiatan yang digagas langsung oleh Kapolda Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta ini adalah keinginan kuat beliau mengubah pola peringatan kenaikan pangkat yang selama ini kerap hanya berhenti pada seremonial belaka, menjadi sebuah tradisi yang tidak hanya membekas dalam ingatan, tetapi juga benar‑benar nyata manfaatnya, menyisakan jejak kebaikan yang abadi, dan menjadi kenangan terindah yang terus tumbuh seiring berjalannya waktu.
Dalam arahan dan pesan mendalam yang disampaikannya, “lewat penanaman pohon ini saya berharap, kebiasaan baik ini akan terus ada, tetap dijaga dan dilaksanakan dengan sebaik‑baiknya, menjadi budaya yang mengakar kuat di sini, meskipun kelak suatu saat saya sudah tidak lagi menjabat dan bertugas di daerah ini,” tutur Kapolda.
Lebih jauh ia menjelaskan makna terdalam di balik setiap sekop tanah yang ditimbunkan ke pangkal pohon. Bagi beliau, menanam pohon adalah salah satu wujud nyata sedekah jariyah, amal kebaikan yang pahalanya tidak akan pernah terputus dan terus mengalir deras kepada orang yang menanamnya, sekalipun kelak orang tersebut sudah tiada lagi di dunia.
“Setiap pohon yang kita tanam hari ini akan menjadi sedekah jariyah yang terus berkembang manfaatnya, bukan hanya bagi manusia, tetapi bagi seluruh alam semesta. Saat ia besar dan rindang, hingga setiap buah yang kelak tumbuh dan dinikmati oleh manusia maupun makhluk lainnya, semuanya akan terus dicatat sebagai bagian dari kebaikan abadi bagi siapa saja yang menanam dan merawatnya,” jelas Kapolda.
Ia pun berpesan kepada seluruh personel, agar pohon‑pohon itu tidak sekadar ditanam lalu dibiarkan begitu saja. “Tanamlah dengan niat yang tulus dan murni karena Allah Subuhanahu Wataalah, awali selalu dengan doa, kemudian rawatlah sungguh‑sungguh sampai ia benar‑benar tumbuh kuat.
Rawatlah tanaman kalian. Suatu hari nanti, saat kalian berjalan melewatinya dan melihat pohon itu sudah tumbuh besar menjulang, akan muncul rasa bahagia dan bangga yang tidak bisa diukur dengan apa pun. Terlebih lagi saat ia mulai berbuah lebat, kebahagiaan itu akan bertambah berkali‑kali lipat,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, ia mengingatkan satu hukum alam yang pasti berlaku yaitu segala kebaikan yang kita berikan kepada alam, kelak alam pun akan mengembalikan kebaikan yang berlipat ganda kepada kita semua. Oleh sebab itu, perlakukanlah alam dengan sebaik‑baiknya, karena menjaga alam sama artinya dengan menjaga kelangsungan hidup generasi hari ini dan masa depan.
Tradisi penanaman pohon di setiap kenaikan pangkat ini kini bukan sekadar program penghijauan biasa. Ia telah berubah menjadi cermin pengabdian bahwa semakin tinggi pangkat dan jabatan yang disandang seorang anggota Polri, semakin dalam pula akar integritas yang harus ditancapkan, dan semakin luas pula naungan manfaat yang harus diberikan kepada sesama makhluk dan alam semesta.
Humas Polda Sulbar
