Hari Kesadaran Nasional dan Hari Desa Nasional Jadi Momentum Evaluasi Kinerja ASN Sulbar

oleh
oleh

MAMUJU, INISULBAR.COM, – Upacara Hari Kesadaran Nasional yang dirangkaikan dengan Hari Desa Nasional digunakan Gubernur Sulbar Suhardi Duka mengajak ASN untuk melayani masyarakat dengan kesadaran penuh dan sebaik-baiknya.

Upacara digelar di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulbar dihadiri ASN dan sejumlah kepala desa, Senin (19/1/2026).

Di hadapan peserta upacara, Gubernur Suhardi Duka mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara kaya, namun masih ada warga yang harus antre untuk kebutuhan dasar. Ia menyebut kondisi itu sebagai tanda bahwa ada pengelolaan yang tidak berjalan semestinya.

Gubernur mengatakan, ketimpangan dan ketidakadilan yang muncul di tengah masyarakat itu adalah cermin tanggung jawab para pelaksana pemerintahan, dari tingkat provinsi hingga desa.

Menurutnya, ketika pemangku kebijakan di semua level bekerja dengan benar, ketimpangan sosial tidak akan tumbuh.

“Kalau semuanya kita sadar, semuanya kita memberikan hak yang seharusnya diterima oleh masyarakat kita, saya yakin kita akan tidak terlalu jauh tertinggal dengan bangsa-bangsa lain,” jelasnya.

Suhardi Duka mengajak seluruh ASN untuk merubah cara berpikir dalam melayani dan memberikan hak rakyat agar pelayanan benar-benar dirasakan masyarakat.

Ia juga kembali mengingatkan filosofi daerah, Millete Diattongangan, sebagai kompas moral yang harus dijaga oleh seluruh penyelenggara pemerintahan.

“Mari kita menanamkan slogan di dalam lambang Sulawesi Barat itu, Millete Diatongangan (Berjalan di atas Kebenaran) sepanjang kita berada disitu yakin daerah ini akan bisa maju saudara-saudara,” jelasnya.

Gubernur Suhardi Duka menuturkan, ia bersama Wakil Gubernur berkomitmen melanjutkan hal-hal yang sudah baik dan memperbaiki yang belum berjalan.

Olehnya itu, Ia mengajak ASN untuk memiliki cara pandang dan kesadaran yang sama dalam merubah pola kerja agar setiap pekerjaan membawa manfaat nyata.

“Kita harus punya platform yang sama, punya cara pandang yang sama, punya kesadaran yang sama untuk merubah cara-cara kerja masa lalu yang tidak berpikir akan manfaat setiap pekerjaan kita,” jelasnya.

Kepada para PPPK, khususnya yang paruh waktu, Suhardi Duka memahami bahwa apa yang diterima saat ini mungkin belum sesuai harapan.

Namun ia berharap rasa syukur membawa manfaat dalam perjalanan mereka, dari PPPK hingga menjadi ASN atau bahkan pejabat.

“Kalau jadi pejabat, dia bilang Bahruddin Lopa, Da Muala Mua Tania Anummu. Jangan ambil kalau bukan kau punya, ambil yang hakmu,” katanya.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak akan memimpin daerah ini dengan mengambil hak orang lain.

“Tapi saya berikan hak saudara berdasarkan dengan kerja saudara. Ada yang tidak pernah masuk kerja dapat TPP penuh, tidak benar. Tapi yang rajin kita kasih penuh TPP nya yang kinerjanya bagus, begitu cara kerja kita,” pungkasnya. (*)