GENTING Summit 2026, Pemprov Sulbar Dorong Pendampingan Keluarga Lebih Efektif

oleh
oleh

JAKARTA, INISULBAR.COM, – Upaya menekan angka stunting di Sulawesi Barat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Selain pemerintah, penguatan peran keluarga, tenaga pendamping, dan masyarakat di tingkat desa menjadi bagian penting dalam upaya tersebut.

Hal ini menjadi salah satu perhatian Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, saat mengikuti GENTING Collaboration Summit 2026 yang diselenggarakan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Nursyamsi mengatakan, kolaborasi dengan BKKBN perlu diperkuat, terutama dalam pemutakhiran dan pemanfaatan data keluarga berisiko stunting (KRS). Penguatan data tersebut juga perlu diikuti dengan peningkatan peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) agar pendampingan di lapangan berjalan lebih efektif.

Hal ini juga sejalan dengan misi Panca Daya ketiga Gubernur Sulbar, Suhardi Duka dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

“Kolaborasi dengan BKKBN terkait stunting, terutama data keluarga berisiko stunting (KRS), perlu ditingkatkan. Begitu juga dengan penguatan TPK, sehingga peran mereka di lapangan, seperti dalam kegiatan posyandu, bisa lebih berarti,” ujar Nursyamsi.

Tantangan penanganan stunting di Sulawesi Barat masih cukup besar. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, seluruh enam kabupaten di Sulawesi Barat tercatat berada dalam kategori prevalensi stunting sangat tinggi.

Kabupaten Mamuju mencatat angka stunting tertinggi, yakni 38,7 persen. Berikutnya Kabupaten Majene sebesar 37,5 persen, Pasangkayu 36,7 persen, Mamasa 35,7 persen, Polewali Mandar 31,5 persen, dan Mamuju Tengah 31,5 persen.

Data tersebut memperlihatkan bahwa upaya penurunan stunting masih menjadi pekerjaan penting bagi pemerintah daerah. Karena itu, penguatan basis data keluarga sasaran dan pendampingan langsung di masyarakat dinilai perlu berjalan beriringan.

GENTING atau Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting merupakan program yang mendorong keterlibatan berbagai pihak untuk membantu keluarga berisiko stunting. Melalui gerakan ini, dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan dasar keluarga sasaran diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan.

GENTING Collaboration Summit 2026 juga menjadi momentum memperkuat komitmen lintas sektor melalui penandatanganan nota kesepakatan. (Adv)