DKP Sulbar Minta Usaha Tambak Lengkapi Sertifikasi CBIB Demi Budidaya Udang Vaname yang Berkelanjutan

oleh
oleh

MAMUJU, INISULBAR.COM, —Bidang Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Barat bersama Kepala Satuan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Satwas SDKP) Mamuju Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar giat pengawasan terhadap kegiatan budidaya tambak Udang Vaname di Dusun Bakengkeng, Desa Belang-Belang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju.

Kegiatan ini sebagai tindak lanjut arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang menekankan pentingnya tata kelola sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan serta berpihak pada kepentingan masyarakat.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat, Safaruddin, S.DM, menegaskan bahwa pengawasan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan seluruh kegiatan budidaya berjalan sesuai aturan dan prinsip keberlanjutan.

“Pengawasan ini bukan untuk menghambat investasi, tetapi untuk memastikan seluruh pelaku usaha perikanan budidaya mematuhi regulasi dan standar yang berlaku. Kami ingin usaha tambak di Sulawesi Barat tumbuh dengan baik, memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat, sekaligus tetap menjaga kelestarian lingkungan,” tegas Safaruddin, Kamis 5 Februari 2026.

Dalam kunjungan lapangan, tim melakukan wawancara langsung dengan pengawas serta teknisi tambak untuk memastikan operasional budidaya berjalan sesuai ketentuan. Berdasarkan hasil pengecekan, tambak udang vaname tersebut telah beroperasi sejak tahun 2023 dengan luas kurang lebih 5 hektare.

Dari sisi perizinan usaha, perusahaan telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB), Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL), serta dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Namun, sertifikat Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) saat ini masih dalam proses penerbitan oleh Badan Mutu Perikanan.

Safaruddin menegaskan, sertifikat CBIB sangat penting karena menjadi jaminan bahwa proses budidaya dilakukan sesuai standar keamanan pangan, kesehatan ikan, serta pengelolaan lingkungan yang baik.

“Kami mendorong agar proses sertifikasi CBIB segera diselesaikan. Standar ini penting untuk menjaga kualitas produksi dan meningkatkan daya saing udang Sulawesi Barat di pasar nasional maupun internasional,” tambahnya.

Safaruddin menjelaskan, budidaya Udang Vaname merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berkontribusi terhadap peningkatan produksi perikanan daerah. Namun, pengelolaannya harus tetap memperhatikan kualitas air, pengelolaan limbah, serta keseimbangan ekosistem pesisir agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar. (*)