MAMUJU, INISULBAR.COM,– Sinergi antara lembaga kebencanaan dan dunia pendidikan menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang tangguh bencana di Sulawesi Barat. Hal ini ditegaskan Kalaksa BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, dalam kegiatan penguatan edukasi kebencanaan di lingkungan sekolah.
Sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka, BPBD Sulbar terus mendorong kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan dunia pendidikan, sebagai bagian dari upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana. Sinergi ini dinilai mampu menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap keselamatan dan lingkungan.
Menurut Yasir Fattah, edukasi kebencanaan sejak usia dini merupakan langkah strategis untuk menanamkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat secara berkelanjutan. Melalui pembelajaran di sekolah, siswa dibekali pengetahuan dasar mengenai berbagai risiko bencana serta langkah-langkah penyelamatan diri yang benar.
“Edukasi harus dibarengi dengan simulasi. Dengan simulasi kebencanaan, siswa dilatih untuk bersikap sigap, tenang, dan terarah saat menghadapi situasi darurat. Ini bukan sekadar teori, tetapi latihan nyata menghadapi risiko,” ujar Yasir Fattah, Selasa (27/1/2026).
Ia menambahkan, pembiasaan yang dilakukan secara konsisten akan menumbuhkan budaya sadar bencana yang melekat dalam perilaku sehari-hari.
“Anak-anak tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga agen perubahan yang dapat menyebarkan pengetahuan kebencanaan di lingkungan keluarga dan masyarakat,” tutup Yasir Fattah. (*)

