MAMUJU, INISULBAR.COM, —Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), sesuai arahan dan petunjuk Gubernur Sulbar Suhardi Duka untuk memperkuat7 kesiapsiagaan dan respons kebencanaan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Arnida bersama Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sulbar, Swandy, memimpin Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Tim Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops), diruang rapat kantor BPBD Sulbar, Senin 12 Januari 2026.
Rakortek ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan soliditas tim Pusdalops dalam menjalankan fungsi pemantauan, pengolahan data dan informasi kebencanaan, penyampaian peringatan dini, serta dukungan operasional kedaruratan dan logistik secara cepat dan tepat.
Dalam arahannya, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Arnida menekankan pentingnya kesiapan personel, kejelasan mekanisme komando, serta ketersediaan dan pendataan logistik yang siap digunakan sewaktu-waktu.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Swandy, menegaskan bahwa Pusdalops harus menjadi pusat koordinasi yang mampu mengintegrasikan upaya pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons darurat secara terpadu.
Kepala Pelaksana BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menyampaikan bahwa penguatan koordinasi teknis Pusdalops merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan penanggulangan bencana di Sulbar.
“Pusdalops harus selalu siap siaga, responsif, dan akurat dalam menyajikan data serta informasi kebencanaan sebagai dasar pengambilan keputusan. Koordinasi yang kuat antarbidang menjadi kunci dalam meminimalkan risiko dan dampak bencana bagi masyarakat,” ujar Yasir Fattah.
Ia menambahkan, BPBD Sulbar akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan sistem informasi, serta optimalisasi sarana dan prasarana pendukung Pusdalops agar penanganan bencana di Sulbar semakin cepat, tepat, dan terkoordinasi. (*)

