MAMUJU, INISULBAR.COM, – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulbar mengikuti webinar bertema “Model Transformasi Digital Dashboard Data Real Time Pemerintah Kota Surabaya untuk Penanganan Kemiskinan” yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Rabu (10/12/2025).
Kegiatan virtual ini bertujuan memperdalam pemahaman tentang pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam penanganan kemiskinan yang lebih presisi.
Plt. Kepala Bapperida Sulbar, Darwis Damir, menugaskan tim peneliti, perekayasa, serta staf Bidang Riset dan Inovasi Daerah untuk mengikuti webinar tersebut guna memastikan pengetahuan yang diperoleh dapat dimanfaatkan secara optimal.
Penelaah Teknis Kebijakan Bapperida Sulbar, Farid Djafar, menjelaskan bahwa webinar menghadirkan dua narasumber utama.
Narasumber pertama, Dr. Wiwiek Joelijani dari BRIN, menyoroti pentingnya pemberdayaan masyarakat dalam penanganan kemiskinan melalui penguatan peran pemerintah daerah dalam pemanfaatan riset dan inovasi.
“Data menunjukkan sektor Pertanian dan Perkebunan serta Kebun Raya masih mendominasi usulan kerja sama di banyak daerah. Sementara sektor Inovasi Daerah, khususnya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Teknologi Tepat Guna (TTG), dan Antariksa, masih sangat rendah. Ini mengindikasikan struktur ekonomi yang masih agraris dan membuka peluang besar untuk mendorong inovasi teknologi, digitalisasi, dan diversifikasi ekonomi, termasuk di Sulbar,” jelas Farid.
Narasumber kedua, Ir. Irvan Wahyudrajad, M.M.T., memaparkan praktik baik penanggulangan kemiskinan di Kota Surabaya. Farid menuturkan bahwa Surabaya menjadi contoh kuat bagaimana kemiskinan dapat ditangani secara efektif melalui integrasi data terpadu berbasis Nomor Induk Kependudukan, digitalisasi layanan, serta pemutakhiran data hingga tingkat RT/RW.
Intervensi di Surabaya dilakukan secara terpadu lintas sektor, menggabungkan layanan dasar, bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, pemanfaatan aset untuk padat karya, pembelian produk warga miskin oleh pemerintah, hingga inkubasi UMKM.
Pendekatan komprehensif ini menjadi pembelajaran berharga bagi Sulbar dalam membangun sistem penanggulangan kemiskinan yang lebih presisi, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan pendapatan masyarakat.
Secara terpisah, Plt. Kepala Bapperida Sulbar, Darwis Damir, menyampaikan dukungan penuh terhadap webinar ini sebagai bentuk kesungguhan Bapperida Sulbar dalam memperkaya referensi guna mendukung implementasi kebijakan penanganan kemiskinan.
“Program penanggulangan kemiskinan harus dilakukan melalui kolaborasi yang melibatkan seluruh unsur, baik pemerintah, dunia usaha, masyarakat, media, akademisi, perguruan tinggi, maupun komunitas. Semua unsur harus bergerak bersama agar hasil yang dicapai maksimal,” tegas Darwis.
Upaya ini sejalan dengan misi kedua Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga dalam mempercepat pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Sulbar. (*)

