PASANGKAYU, INISULBAR.COM, – Anggota DPRD Kabupaten Pasangkayu, Lubis Ludin, menyoroti proyek air bersih di Desa Batumetoru, Kecamatan Lariang. Proyek tersebut, menelan anggaran sekitar Rp 2 miliar namun belum menyelesaikan masalah krisis air bersih bagi warga di wilayah setempat.
Menurut Lubis, hasil monitoring dan evaluasi (monev) DPRD Pasangkayu menunjukkan bahwa proyek tersebut belum berhasil mengalirkan air ke rumah warga. Padahal, anggaran yang digelontorkan tergolong besar dan seharusnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pekerjaan air bersih di Desa Batumetoru menelan anggaran kurang lebih Rp 2 miliar, namun tidak dapat dialiri ke rumah warga,” ungkap Lubis kepada media ini, Jumat (30/1/2026).
Lubis menyebut bahwa temuan serupa juga terjadi pada sejumlah titik proyek air bersih lainnya di Pasangkayu. Hampir di setiap lokasi, proyek bermasalah dan tidak selesai sesuai target, dengan rata-rata anggaran di atas Rp 1 miliar.
“Pekerjaan air bersih ini menelan anggaran besar, namun masyarakat tidak dapat menerima manfaatnya,” kata Lubis.
Ia menambahkan, jika anggaran tersebut dialokasikan untuk perbaikan jalan, manfaatnya akan jauh lebih besar dan langsung dirasakan masyarakat. Hal ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah agar lebih berhati-hati dalam perencanaan dan pengawasan proyek.
Temuan ini merupakan bagian dari hasil monev DPRD Kabupaten Pasangkayu. Lubis berharap pemerintah daerah segera mengevaluasi dan memperbaiki proyek yang bermasalah, sehingga anggaran publik dapat digunakan secara efektif dan tepat sasaran.
(Advertorial)

